Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

KAU YANG MENIKAM JANTUNGKU DUA KALI

Gambar
Desiran angin pagi itu berhembus pelan melewati dedaunan yang mulai rapuh dari kokohnya ranting. Warna langit pun sayu seolah menemani hari yang kelabu. Bahkan, suasana dingin merasuk hebat ke dalam Sukma. Tak bisa dipungkiri, musim hujan kali ini membawa banyak misteri, membuat siapa enggan bertanya-tanya. Namun tidak bagi Sukma ini, duduk tenang diantara dua kursi yang kini menghimpitnya. Ia menatap tetesan gerimis yang jatuh di pelataran rumah bernuansa homestay . Tak habis disitu, beberapa kali ia menatap layar ponsel dengan mata yang nanar. Ia menoleh kearah jendela, melihat sosok terbaring lemah menonton siaran rohani di televisi sambil menghisap secangkir teh dan memakan kue kering. Sukma tak kuasa, ia mengerjapkan bola matanya mengingat bulan Desember ini yang begitu berat. Ia menyudahi melankoli pagi itu ketika namanya dipangil seseorang dari dalam kamar. “Ada orang disana?”, lirihnya. Sukma bergegas masuk menghampirinya, “aku segera datang”. Kemudian ia menatap orang ters...

SEKUNTUM BUNGA

Gambar
  Pukul empat pagi, ragaku terguncang hebat tatkala suara nyaring tengah mengisi gendang telinga. Aku kaget suara tersebut bukan hanya suara dentuman keras, namun suara yang tak asing memanggil namaku beberapa kali, hingga aku sadar bahwa itu pengurus asrama yang tengah berdiri tepat di depan aku tidur dengan memasang wajah kesal. Aku yang setengah sadar sontak segera berdiri sempoyongan mengahadap beliau yang kini masih menunjukkan muka kecut. “Pukul berapa sekarang, segera ambil wudhu!”, perintahnya, masih dengan wajah galaknya. “baik neng”, jawabku lirih. Tak lama kemudian, beliau berbalik arah, “jangan lupa, Siti dibangunkan juga. Saya akan menyiapkan tempat untuk sholat kita”. Aku hanya menganggukkan kepala mengisyaratkan aku mengerti.   “Siti, cepat bangun!, udah jam empat shubuh. Tadi Neng Ais kesini menyuruh kita siap siap”, ucapku sambil menguncang-guncangkan bahunya. “hemm, iya tin bentar lagi nanggung mimpinya tinggal dikit”, jawabnya. “eh, kok gitu. Ayo bangun ...

TENTANG DIA

Gambar
Fajar mengintip malu malu dari timur hendak menyapa pagi yang indah bersama tetesan embun di halaman rumah. Aku melangkahkan kaki menuju bangunan sederhana di tengah rimbunnya pepohonan. Bibir ini tak berhenti menjawab panggilan azdan yang telah berkumandang. Mata ini pun tak habis menelusuri detail rumah sederhana yang ada di depan, tidak ada yang menarik, hanya saja aku melihat ruangan dengan lampu warna kuning. Hati ini sungguh tak kuasa menahan ada apa di sana, ditambah lagi ruangan itu ternyata milik dia. Dia siapa ? , dia orang yang berhasil membuat hatiku luluh dengan sikapnya. Sangat senang setiap kali bisa mengunjungi tempatnya, apalagi hanya untuk melihat dia berjalan menuju rumah ilmu, menahan dahaga, dan tersenyum gembira. Termasuk saat ini, aku menemui dia lagi. Aku berharap dia mengerjakan rutinitas paginya. Benar saja, aku mendengar lantunan ayat suci Al-Quran dari dalam kamar, “sungguh tempat yang damai”. Tapi tunggu sebentar, apa dia tidak mendengar panggilan shalat ...